Agar Tidak Terulang, Orang Tua Siswi SMK Korban Perundungan di KBB Melapor ke Polisi

Bey Machmudin Bullying
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin melaksanakan takziah ke rumah keluarga anak korban bullying di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Rabu 12 Juni 2024. (Foto: Yogi Prayoga/Biro Adpim Jabar)

HALOJABAR.COM- Orang tua NFN (18) siswi SMK yang menjadi korban perundungan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya membawa permasalahan ini ke ranah hukum, dengan membuat laporan ke polisi.

Siti Aminah, selaku orang tua dari siswi SMK korban perundungan di KBB ini, mendatangi Mapolres Cimahi pada Jumat 14 Juni 2024, untuk melaporkan kasus tersebut dengan didampingi kuasa hukum dari Jabar Bantuan Hukum.

Siti menjelaskan jika keputusan ini dilakukan pihak keluarga NFN, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Diketahui, NFN mengalami perundungan oleh temannya sendiri, AN (18).

“Alhamdulillah sehat. Hari ini, saya serahkan semua ke tim kuasa hukum termasuk sekarang (pelaporan),” ujar Siti Aminah seperti dikutip dari laman detikjabar.

Selain itu, Siti pun menyebutkan jika pelaporan ini dilakukan demi keadilan untuk mendiang anaknya. Diketahui, NFN mengalami perundungan oleh AN dengan berbagai tindakan selama tiga tahun.

Baca Juga: Siswi SMK di KBB Diduga Jadi Korban Bullying, Alami Gangguan Jiwa hingga Meninggal Dunia

“Demi keadilan buat anak saya juga,” ucap Siti.

Sementara itu, pihak kuasa hukum keluarga korban, Debi Agusfriansa Rahayu menjelaskan jika dirinya mendampingi Siti Aminah untuk melaporkan AN atas dugaan perundungan ke Mapolres Cimahi.

“Hari ini kami tim kuasa hukum keluarga korban melaporkan soal kasus bullying dengan korbannya siswi SMK hingga depresi dan meninggal dunia. Terlapornya AN, pelaku utama yang melakukan bullying,” jelas Debi.

Pada momen ini, Debi mengatakan jika pihaknya membawa sejumlah barang bukti terkait aksi perundungan tersebut. Diantaranya adalah video saat korban sakit dan berteriak histeris, bukti percakapan pesan singkat, rekam medis korban, serta keterangan dari sejumlah saksi mata.

Baca Juga: Menanggapi Kasus Perundungan Siswi SMK di KBB yang Meninggal, LPA Jabar Buka Suara

“Jadi barang bukti itu sudah kami siapkan dan analisa juga. Kemudian ada juga rekaman yang belum bisa kami sampaikan ke media termasuk barang bukti lainnya belum bisa kami tunjukkan,” kata Debi.

Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Dimas Charis Suryo Nugroho membenarkan jika pihak keluarga korban bersama tim kuasa hukumnya telah mendatangi Mapolres Cimahi.

“Memang benar hari ini ibu kandung almarhumah N sudah diterima oleh Satreskrim Polres Cimahi. Berikutnya kita tunggu hasil diskusinya seperti apa,” ucap Dimas.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin telah menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) segera menangani kasus bullying atau perundungan tersebut.

Baca Juga: Cegah Bullying, Bey Machmudin Minta Semua Pihak Aktif dan Lapor ke Aplikasi Sapawarga

“Saya sudah minta Plh. Kadisdik untuk betul-betul dikaji, jadi nanti bagaimana caranya apakah harus ada laporan dari setiap guru kepada orang tua atau seperti apa,” ujar Bey Machmudin di Bandung, Kamis 13 Juni 2024.

Bey Machmudin sempat mengunjungi kediaman korban di Kampung Centeng, Desa Centeng, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, KBB. Dalam kesempatan tersebut, Bey menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya NFN.

“Saya kemarin mengunjungi dan menyampaikan duka cita mendalam,” kata Bey.

Atas kejadian ini, Bey pun meminta kepada pihak sekolah, orang tua dan seluruh stakeholders agar turut aktif bekerja sama dalam mencegah kejadian perundungan.

“Kami minta semua pihak harus ada upaya yang masif, jangan sampai terulang lagi,” tuturnya.***

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News