Apa Saja Syarat Sah Hewan Kurban? Ini Penjelasannya

Idul adha 1444h H
Petugas membawa seekor sapi untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1444H di Parkiran Cikaso, Jl. Madtasan, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Kamis 23 Juni 2023. (Aziz Pratomo/Halojabar.com)

HALOJABAR.COM- Berikut ulasan mengenai beberapa syarat sah hewan kurban untuk momen Idul Adha nanti. Tinggal beberapa hari lagi, seluru umat Islam bakal menyambut hari raya Idul Adha.

Hari raya Idul Adha diperingati oleh seluruh umat Islam setipa tanggal 10 Dzulhijjah. Dalam momen tersebut, akan dilakukan proses penyembelihan hewan kurban oleh umat Islam.

Namun, sebelum itu ada hal yang harus diperhatikan oleh umat Islam. Hal tersebut adalah sarat sah hewan yang akan dikurbankan pada hari raya Idul Adha. Lantas apa saja syaratnya? Berikut ulasan selengkapnya di bawah ini.

Syarat Sah Hewan Kurban

Melansir dari situs resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berikut beberapa syarat sah hewan yang akan dikurbankan atau disembelih pada hari raya Idul Adha.

1. Jenis Hewan Kurban

Di Indonesia sendiri, sapi, kambing, domba dan kerbau seringkali dijadikan hewan kurban. Sementara itu, bagi sebagian masyarakat Arab biasa menjadikan unta sebagai hewan kurban.

Para ulama telah bersepakat bahwa yang dikurbankan adalah hewan ternak. Hal tersebut telah disampaikan oleh Allah dalam firman-Nya di QS. Al-Hajj:34 sebagai berikut:

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka.

2. Usia Hewan

Sebelum disembelih, Anda juga harus memastikan jika hewan yang akan dikurbankan telah cukup umur atau layak. Berikut batas usia minimal untuk setiap hewan yang akan dikurbankan.

Unta: Minimal berusia lima tahun dan memasuki tahun keenam.
Sapi: Minimal berusia dua tahun dan memasuki tahun ketiga.
Kambing: Minimal berusia satu tahun dan memasuki tahun kedua.
Domba: Minimal berusia enam bulan dan memasuki bulan ketujuh.

3. Kondisi Fisik Hewan

Selain usia atau umur, Anda juga harus memastikan jika hewan yang akan dikurbankan berada dalam kondisi sehat dan tidak cacat. Berikut beberapa kondisi hewan yang tidak sah untuk dikurbankan.

-Hewan yang buta sebelah atau keduanya.
-Hewan yang sakit dan penyakitnya tampak jelas.
-Hewan yang pincang atau tidak dapat berjalan normal.
-Hewan yang sangat kurus dan tidak memiliki lemak atau daging yang cukup.

4. Kepemilikan Hewan

Dalam situs resmi Baznas menyebutkan jika hewan yang akan dikurbankan harus dipastikan terlebih dahulu kepemilikannya. Hewan kurban harus merupakan milik orang yang berkurban atau dengan izin pemiliknya.

Bakal menjadi tidak sah apabila hewan yang akan dikurbankan didapat dari hasil pencurian atau perampasan. Sebab ibadah kurban harus dilakukan dengan kejujuran dan keikhlasan.

5. Waktu Penyembelihan

Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah salat Idul Adha sampai dengan hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

Penyembelihan yang dilakukan sebelum atau setelah waktu ini tidak sah dan dianggap sebagai sembelihan biasa, bukan kurban.***

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News