Bikin Resah, Kominfo Desak Telegram Hapus Konten Judi Online

Kominfo Desak Telegram Hapus Konten Judi Online
Ilustrasi logo Telegram. (Unsplash)

HALOJABAR.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menuntut Telegram untuk segera menghapus konten judi online yang beredar di platform mereka.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengungkapkan bahwa surat kedua telah dikirimkan kepada Telegram, meminta tanggapan dalam waktu satu minggu.

“Telegram sudah kami panggil kemarin. Kami juga sudah mengirim surat kedua untuk menindaklanjuti. Ada sekitar 600 konten yang perlu segera ditangani. Kami memberikan waktu satu minggu untuk mereka merespons,” kata Semuel, yang dikutip dari ANTARA pada Sabtu 15 Juni 2024.

Semuel menjelaskan bahwa proses pengiriman surat ini akan dilakukan hingga tiga kali. Jika Telegram tidak memberikan tanggapan setelah surat ketiga, Kominfo akan mempertimbangkan tindakan pemblokiran terhadap platform tersebut.

Jarak antara surat kedua dan ketiga adalah satu minggu. Langkah tegas ini diharapkan dapat membersihkan konten iklan judi online dari Telegram dan memastikan platform tersebut mematuhi regulasi Indonesia.

BACA JUGA: Hindari! Ini 5 Bahaya Bermain Slot atau Judi Online

Sanksi Tegas bagi Platform yang Tidak Kooperatif

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa pemerintah akan menjatuhkan denda kepada platform digital yang membiarkan peredaran konten judi online.

“Jika tidak kooperatif untuk memberantas judi online di platform Anda, maka saya akan mengenakan denda hingga 500 juta rupiah per konten,” kata Budi dalam konferensi pers daring pada Jumat 14 Juni 2024.

Sanksi ini berlaku untuk semua platform digital, termasuk X, Telegram, Google, Meta, dan TikTok. Budi mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan Kominfo, masih banyak konten terkait judi online yang beredar di platform digital.

BACA JUGA: OJK Minta Bank Blokir Lebih dari 4.000 Rekening Judi Online

Statistik Peredaran Konten Judi Online

Dari 7 November 2023 hingga 22 Mei 2024, ditemukan 20.241 kata kunci terkait judi online di Google. Selain itu, ada 2.702 kata kunci terkait judi online di platform Meta dari 15 Desember 2022 hingga 22 Mei 2024.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News