Depresi karena Pacarnya Dijodohkan, Warga Lembang Nekat Akhiri Hidupnya Tapi Gagal

Petugas dengan dibantu warga sempat membawa Dadan Ramdani (28) warga Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang, KBB, ke klinik Sespim Polri Lembang usai gagal mengakhiri hidupnya sebelum kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. (Dok. Istimewa)

HALOJABAR.COM- Disinyalir mengalami depresi akibat sang kekasih dijodohkan dengan pria lain oleh keluarganya, seorang laki-laki warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat atau KBB berniat mengakhiri hidupnya.

Pria yang belakangan diketahui bernama Dadan Ramdani (28) lantas melakukan aksi bunuh diri dari atas Gunung Batu, di Kampung Sukamulya, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa 9 Juli 2024.

Namun rencana pria yang tercatat sebagai warga Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang, KBB, itu gagal. Meski sudah terjun bebas dari ketinggian sekitar 20 meter, nyawanya masih selamat walaupun dia mengalami luka parah di tubuhnya.

Baca Juga: Diskar PB Kota Bandung Gagalkan Aksi Percobaan Bunuh Diri di Jalan Soekarno Hatta

Aksi warga tersebut sontak membuat warga sekitar kaget, sebab tidak menyangka dia akan berbuat senekat itu. Akibat ulahnya itu dia mengalami luka sobek di kepala dan wajah serta lutut sebelah kiri, serta tidak menutup kemungkinan mengalami patah tulang.

Saat dibawa ke Klinik Sespim Lembang, posisinya duduk terus seperti pada saat awal dia ditolong oleh warga. Korban kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk penanganan lebih lanjut, karena dikhawatirkan lukanya cukup parah dan perlu penanganan intensif.

Berdasarkan informasi yang didapatkan sebenarnya korban memiliki sifat kepribadian biasa seperti orang pada umumnya.

Namun usai kekasihnya akan dijodohkan oleh keluarganya, dia mulai kerap menyendiri dan melamun. Hingga akhirnya terpikirkan ingin mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Baca Juga: Diduga Hendak Bunuh Diri Lompat dari Trase Kereta Cepat, Seorang Pria Diamankan Polisi

“Keterangan yang kami terima, korban ini mengalami depresi,” ungkap Kapolsek Lembang, Kompol Hadi Mulyana saat dihubungi, Rabu 10 Juli 2024.

Menurut Hadi, keterangan dari kakaknya, selama dua Minggu terakhir korban sering melamun diduga mengalami depresi akibat gagal bertunangan. Pihak keluarga sudah berupaya mencoba untuk membawa korban berobat ke RSJ namun korban menolak.

“Sekarang korban sudah ditangani dan dirujuk ke RSHS Bandung setelah sebelumnya dibawa ke klinik Sespim Lembang,” ucapnya.***

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News