Eksis Selama 6 Dekade, Elizabeth Rasakan Manfaat dari Tren Belanja di Tokopedia dan ShopTokopedia

Brand fesyen, Elizabeth memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia untuk meningkatkan penjualan produk.

HALOJABAR.COM – Salah satu brand fesyen lokal ternama, Elizabeth merasakan dampak positif dari kenaikan tren belanja online di Tokopedia maupun ShopTokopedia.

Brand Manager Elizabeth, Resti Ghita Pribadi, mengatakan keberadaan platform digital, seperti Tokopedia, menjadi penyelamat perusahaan, bahkan membuat penjualan online Elizabeth naik berkali-kali lipat.

“Alhasil, kami berhasil mempertahankan seluruh karyawan,” kata Resti kepada wartawan di Pabrik Elizabeth, Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Rabu 12 Juni 2024.

Elizabeth juga terus memanfaatkan berbagai kampanye dan fitur Tokopedia, seperti Waktu Indonesia Belanja dan Voucher Toko, untuk mendongkrak penjualan. Selain itu, Elizabeth juga aktif membuat konten promosi di TikTok demi meningkatkan penjualan di ShopTokopedia.

“Kami terus beradaptasi dan lebih fleksibel dalam pemanfaatan teknologi untuk menjaga eksistensi Elizabeth di masyarakat,” ujar Resti.

Sekadar diketahui, brand fesyen legendaris dari Bandung, Jawa Barat ini, didirikan dengan modal awal Rp10 ribu, yang digunakan untuk membeli mesin jahit dan satu sepeda kumbang untuk berjualan keliling pada tahun 1963 oleh pasutri Elizabeth Halim dan Handoko Subali.

Tas pertama yang diproduksi adalah tas travel. Produk ini sangat memuaskan, mendapatkan permintaan yang tinggi, dan diterima pasar dengan sangat baik.

BACA JUGA: Minuman Buka Puasa Laku Keras di Ramadan 2024, Tokopedia Gelar NYAMpireun Bandung Siapkan UMKM Jaga Penjualan Pasca-Lebaran

Kini, brand Elizabeth sudah bertahan lebih dari 60 tahun dengan menghasilkan produk fesyen yang lebih beragam, seperti tas wanita, sepatu, baju, bahkan koleksi pria dan anak, dan telah memiliki pabrik di Cimahi, Jawa Barat, serta 98 cabang di seluruh Indonesia.

Sejalan dengan tagline yang diusung Elizabeth dalam berbisnis, yaitu ‘Empowering Women with Style’, Elizabeth memberdayakan sekitar 800 karyawan di pabrik yang mayoritas adalah perempuan.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News