Hukum Berkurban untuk Anak Kecil yang Belum Baligh, Bolehkah?

antusiasme warga menanti hari raya idul adha
Warga terlihat antusias menyaksikan kedatangan hewan qurban, di Jl Madtasan, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, pada Rabu 28 Juni 2023. (Aziz Pratomo/Halojabar.com)

HALOJABAR.COM- Berikut hukum berkurban bagi anak kecil yang belum baligh. Tinggal beberapa hari lagi, seluruh umat Islam bakal menyambut hari raya Idul Adha 1445 H.

Di momen Idul Adha ini, setiap umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban. Hal tersebut terkandung dalam surah Al Kautsar ayat 2 dan Al Hajj ayat 34.

Perintah kurban turun melalui firman-Nya dalam surah Al Kautsar ayat 2,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢

Artinya: “Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Lalu, dijelaskan juga pada surah Al Hajj ayat 34 yang berbunyi,

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ

Artinya: “Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserah dirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah).”

Selain itu, beradasarkan hst yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi, hukum berkurban bagi seluruh umat Islam adalah sunnah muakkad. Sedangkan bagi Rasulullah SAW, hukum berkurban ini adalah wajib.

“Saya diperintahkan untuk berkurban, sementara bagi kalian hukumnya adalah sunnah”. (HR at-Tirmidzi).

Dengan kata lain, ibadah kurban ini disunahkan untuk umat Islam yang mampu. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah seorang anak kecil yang belum baligh diperbolehkan untuk berkurban? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Hukum Berkurban untuk Anak Kecil yang Belum Baligh

Mengenai hal tersebut, terdapat perbedaan di antar ulama pada beberapa mazhab. Mengutip dari buku Tuntunan Berkurban dan Menyembelih Hewan karya Ali Ghufron dalam lama detikhikmah, mazhab Syafi’i dan Hanafi berpendapat bahwa salah satu syarat dari seseorang yang berkurban adalah sudah baligh dan berakal.

Dengan kata lain, seorang anak kecil yang belum berada dalam masa baligh, tidak ada anjuran baginya untuk menunaikan ibadah kurban. Sementara itu, ulama dari mazhab Maliki dan Hanbali memiliki pendapat lain.

Mazhab Maliki dan Hanbali berpendapat bahwa baligh sendiri tidak termasuk ke dalam syarat berkurban. Oleh karena itu, bila seseorang sudah mampu dan merdeka, meskipun anak kecil pun tetap dianjurkan untuk berkurban.

Mengutip dari Fikih Empat Madhzab Jilid 2, mazhab Hanafi pun berpendapat bahwa kurban dapat diwakilkan dengan mengambil harta anak jika ia memilikinya. Namun, seorang ayah tidak diperbolehkan untuk berkurban dengan menggantikan posisi anaknya yang masih kecil.

Pendapat serupa disampaikan oleh mazhab Maliki. Mazhab Maliki mengatakan bahwa baligh ini tidak termasuk ke dalam syarat kurban dan uang pembelian hewan kurban berasal dari walinya.

Imam Malik dalam buku Cara Berkurban karya Abdul Muta’al Al-Jabry, berpendapat bahwa kurban yang dilakukan seorang anak yang belum balig ini, sama dengan membayarkan zakat fitrah.

Yakni tujuannya sama untuk membersihkan hati dan memperluas makna hari raya, serta mengajak kaum dhuafa untuk berbahagia. Hal tersebut pun sependapat dengan Imam Ahmad.

Sementara itu, seluruh mazhab kecuali Syafi’i, telah bersepakat bahwa kurban disunahkan juga bagi anak kecil, walaupun ia seorang yatim. Bahkan anak tersebut dianjurkan untuk hadir dalam proses penyembelihan dengan tujuan untuk memberikan keteladanan yang baik.

Itulah tadi ulasan mengenai hukum berkurban bagi anak kecil yang belum baligh. Semoga bermanfaat.***

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News