Idul Adha, Ini Hukum Beri Daging Kurban kepada Umat Non Muslim

Hukum Memberi Daging Kurban kepada Umat Non Muslim
Ilustrasi daging kurban. (Pixabay)

HALOJABAR.COM – Hari Raya Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji, adalah salah satu hari besar dalam agama Islam yang sangat identik dengan pemotongan hewan kurban.

Daging kurban biasanya paling umum di Indonesia adalah sapi dan kambing. Hal ini sesuai dengan syariat Islam yang memperbolehkan kurban dengan hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, atau unta.

Setelah penyembelihan, daging kurban biasanya dibagikan kepada masyarakat. Ini merupakan salah satu tujuan utama dari ibadah kurban, yaitu untuk menebar kebaikan dan membantu fakir miskin.

Namun, apakah bolehkah memberi daging kurban kepada warga Non Muslim? Lalu bagaimana hukumnya?

BACA JUGA: Jangan Khawatir, Ini 5 Cara Menjaga Kolesterol Usai Konsumsi Daging saat Idul Adha,

Hukum Memberi Daging Kurban kepada Umat Non Muslim

Mengutip Nu Online, jika membagikan daging kurban kepada orang miskin atau warga yang agama Islam adalah hal biasa, tapi akan menjadi tidak biasa bila yang menerimanya adalah warga Non Muslim.

Ada dua pendapat ulama yang memperbolehkan dan tidak membolehkan memberikan daging kurban kepada Non Muslim.

Pendapat ulama yang memperbolehkan ini berdasarkan menurut keterangan dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, dan pendapatnya selaras dengan ketentuan Madzhab Syafi’i.

Demikian sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Nihayatul Muhtaj.

لَوْ ضَحَّى عَنْ غَيْرِهِ أَوْ ارْتَدَّ فَلَا يَجُوزُ لَهُ الْأَكْلُ مِنْهَا كَمَا لَا يَجُوزُ إطْعَامُ كَافِرٍ مِنْهَا مُطْلَقًا , وَيُؤْخَذُ مِنْ ذَلِكَ امْتِنَاعُ إعْطَاءِ الْفَقِيرِ وَالْمُهْدَى إلَيْهِ مِنْهَا شَيْئًا لِلْكَافِرِ , إذْ الْقَصْدُ مِنْهَا إرْفَاقُ الْمُسْلِمِينَ بِالْأَكْلِ لِأَنَّهَا ضِيَافَةُ اللَّهِ لَهُمْ فَلَمْ يَجُزْ لَهُمْ تَمْكِينُ غَيْرِهِمْ مِنْهُ لَكِنْ فِي الْمَجْمُوعِ أَنَّ مُقْتَضَى الْمَذْهَبِ الْجَوَازُ

Artinya:

“Apabila seseorang berkurban untuk orang lain atau ia menjadi murtad, maka ia tidak boleh memakan daging kurban tersebut sebagaimana tidak boleh memberikan makan dengan daging kurban kepada orang kafir secara mutlak. Dari sini dapat dipahami bahwa orang fakir atau orang (kaya, pent) diberi yang kurban tidak boleh memberikan sedikitpun kepada orang kafir. Sebab, tujuan dari kurban adalah memberikan belas kasih kepada kaum Muslim dengan memberi makan kepada mereka, karena kurban itu sendiri adalah jamuan Allah untuk mereka. Maka tidak boleh bagi mereka memberikan kepada selain mereka. Akan tetapi menurut pendapat ketentuan Madzhab Syafi’i cenderung membolehkanya,” (Lihat Syamsuddin Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj ila Syarhil Minhaj, Beirut, Darul Fikr, 1404 H/1984 M, juz VIII, halaman 141).

BACA JUGA: Hukum Kurban Pakai Hewan Kuda, Banteng, dan Kijang dalam Pandangan Islam

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News