Mengenal 10 Istilah Pertanian Padi dalam Bahasa Sunda Buhun

Istilah pertanian padi Sunda
Ilustrasi - Tanaman padi (Foto: Pixabay)

HALOJABAR.COMPadi menjadi salah satu komoditi terbesar di Indonesia, termasuk di Tanah Sunda.

Padi yang menjadi beras, lalu beras ditanak menjadi nasi, merupakan makanan utama bagi orang Sunda.

Jika orang Sunda sudah menyantap lontong, bala-bala, bugis, kupat tahu, dan lainnya dalam suatu saat, semua itu belum dikatakan “makan”, jika belum ada nasi yang disantap.

Nah, di sisi lain, terdapat istilah dalam bahasa Sunda yang berhubungan dengan pertanian padi.

Lantas apa saja itu? Berikut 10 istilah pertanian padi Sunda yang diambil dari penjabaran R Akip Prawira Soeganda tentang adat pertanian padi dalam buku berjudul “Upacara Adat di Pasundan” (1980), seperti dilansir dari detikJabar.

BACA JUGA: Mengenal Apa Itu Sampurasun, Istilah Salam dalam Bahasa Sunda

1. Pabinihan

Pabinihan adalah persemaian, tempat benih ditebar. Pabinihan berupa petakan sawah yang ukurannya kecil, namun harus berada di hulu-wotan atau sawah paling atas tempat air mulai mengalir. Maksudnya di pabinihan di tempat ini adalah agar tidak kekurangan air.

Benih sendiri merupakan gabah padi khusus yang sudah direndam dengan air, kemudian diirik atau dimasukkan ke dalam karung untuk diinjak-injak agar kulit gabahnya mengelupas.

Namun, sebelum benih ditebar, orang Sunda buhun selalu mengadakan kenduri pada malam harinya. Kenduri itu isinya selamatan, berdoa bersama dengan cara mengundang para tetangga.

2. Sumihung

Benih padi yang telah disiapkan, keesokan harinya ditebar pada petakan yang sudah dibuat jauh-jauh hari, yaitu yang di paling atas tempat air mengalir. Benih padi ditebar. Bukan tanpa upacara, Wali Puhun (pemimpin upacara adat padi) turut hadir di Pabinihan, lalu menyalakan kemenyan pada tempat sesajian yang telah disiapkan pesawah.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News