Peneliti Ungkap Inti Bumi Bergerak Lambat dan Sempat Mundur

Inti Bumi Bergerak Lambat dan Sempat Mundur
Ilustrasi Bumi. (Unsplash)

HALOJABAR.COM – Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa kecepatan rotasi inti Bumi telah melambat secara signifikan dan arah rotasinya telah berbalik. Inti Bumi, yang setara panasnya dengan permukaan Matahari, merupakan bagian terpanas dari planet kita.

Terletak sekitar 5.180 kilometer di bawah permukaan, inti Bumi sebagian besar terdiri dari besi dan nikel. Menurut laporan dari Live Mint pada Minggu 7 Juli 2024, inti Bumi ini dikelilingi oleh inti luar yang terbuat dari logam cair, yang berfungsi sebagai pembatas dengan bagian Bumi lainnya.

Pembatas ini memungkinkan inti Bumi, yang mirip dengan bola logam padat yang panas, berputar secara independen dan tidak harus sejajar dengan bagian lain dari planet ini.

BACA JUGA: 13 Fakta Menarik Planet Neptunus, Planet yang Paling Jauh dari Matahari

Apakah Kecepatan Rotasi Inti Bumi Melambat dan Melawan Arah?

Ahli seismologi Denmark, Inge Lehmann, menemukan inti dalam planet ini pada tahun 1936. Sejak itu, para ilmuwan terus memperdebatkan kecepatan dan arah rotasinya.

Bukti yang terbatas membuat sulit bagi para ilmuwan untuk membuktikan pendapat mereka, karena mustahil untuk mengamati atau mengambil sampel langsung dari bagian dalam Bumi.

Sebagian besar penelitian didasarkan pada cara gelombang dari gempa bumi besar menggetarkan area tertentu. Variasi antara gelombang dengan kekuatan yang sama yang melewati inti pada waktu yang berbeda memungkinkan para ilmuwan mengukur perubahan posisi inti dalam dan menghitung putarannya.

Data dari seismogram gempa bumi dan ledakan berulang di Bumi menunjukkan bahwa kecepatan rotasi inti padat bagian dalam terus menurun dibandingkan dengan permukaan Bumi selama beberapa tahun terakhir.

Dr. Lauren Waszek, seorang dosen senior ilmu fisika di James Cook University, Australia, menyatakan, “Rotasi diferensial dari inti dalam diusulkan sebagai fenomena pada tahun 1970-an dan 1980-an, namun baru pada tahun 1990-an bukti-bukti seismologis dipublikasikan” (CNN, 6/7/2024).

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News