Sistem Tilang Poin akan Berlaku, Begini Cara Kerjanya

ELTE mengidentifikasi identitas pelanggar
Ilustrasi - Sistem tilang ELTE. (Korlantas Polri)

HALOJABAR.COM – Sistem tilang elektronik di Indonesia kini semakin maju. Tidak hanya mampu menangkap pelanggaran kendaraan melalui kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), tetapi juga bisa menindak pengemudinya.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri baru saja meluncurkan ETLE berbasis pengenalan wajah (face recognition), teknologi canggih yang mampu mengidentifikasi identitas pelanggar lalu lintas sebagai dasar penerapan sistem tilang poin.

“ETLE face recognition dapat mencatat sikap berlalu lintas masyarakat dari pencocokan wajah,” ungkap Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Raden Slamet Santoso, dikutip dari laman Divisi Humas Polri.

BACA JUGA: ETLE Kini Makin Canggih, Bisa Identifikasi Pelanggar Lalu Lintas

Traffic Attitude Record (TAR)

Hasil pencocokan wajah dari sistem ETLE ini akan disimpan dalam Traffic Attitude Record (TAR).

TAR adalah sistem yang mencatat perilaku pengemudi di jalan secara lengkap, memberikan penilaian pada kualifikasi dan kompetensi pengemudi, terutama yang terlibat dalam pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Tujuan penerapan sistem ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepatuhan dalam berlalu lintas.

“Sistem TAR ini bertujuan memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran pentingnya kepatuhan dan ketertiban dalam berlalu lintas,” tambah Slamet.

Poin Pelanggaran

TAR mencatat, mendata, dan memberikan poin sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. Semakin berat pelanggarannya, semakin besar pula poin yang diberikan:

– Pelanggaran ringan: 1 poin
– Pelanggaran sedang: 3 poin
– Pelanggaran berat: 5 poin
– Kecelakaan ringan: 5 poin
– Kecelakaan sedang: 10 poin
– Kecelakaan berat: 12 poin

BACA JUGA: Memahami ETLE, Sistem Tilang Elektronik yang Meningkatkan Ketaatan Berlalu Lintas

Sanksi dan Pengurangan Poin SIM

Menurut Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi (SIM), pemilik SIM yang mencapai 12 poin akan dikenai sanksi penahanan sementara atau pencabutan sementara SIM sebelum putusan pengadilan. Mereka harus mengikuti pendidikan dan pelatihan mengemudi untuk mendapatkan kembali SIM yang telah ditahan atau dicabut sementara.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News