Umat Islam Wajib Tahu, Ini Bacaan Doa Niat Kurban Idul Adha untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Idul adha 1444h H
Petugas saat melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1444H di Parkiran Cikaso, Jl. Madtasan, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Kamis 23 Juni 2023. (Aziz Pratomo/Halojabar.com)

HALOJABAR.COM- Berikut bacaan doa niat kurban yang bisa Anda lafalkan pada momen hari raya Idul Adha nanti. Beberapa hari lagi, seluruh umat Islam bakal menyambut hari raya Idul Adha 1445 H.

Dalam momen Idul Adha ini, umat Islam dianjurkan untuk berkurban. Baik atas nama diri sendiri maupun keluarga, kita diwajibkan membaca niat sebelum berkurban pada momen Idul Adha nanti.

Niat ini bisa kita bacakan dalam hati atau dilafalkan saat proses penyembelihan hewan kurban dimulai. Proses penyembelihan hewan kurban sendiri dilakukan setelah salat Id pada pagi hari tanggal 10 Zulhijah atau pada tiga hari berikutnya, yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Baca Juga: Dinyatakan Layak Konsumsi, Pemkab Kuningan Pasang 5.000 Kalung Sehat kepada Hewan Kurban

Melansir dari laman NU Online, niat berkurban sendiri bisa dibacakan saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Namun, apabila dalam proses tersebut diwakilkan kepada orang lain, maka kita cukup dengan membaca niat di dalam hati, karena sudah dianggap sah.

Hal ini sesuai seperti yang dijelaskan oleh Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatho Ad-Dimyathi dalam I’anatuth Thalibin:

وإذا وكل به كفت نية الموكل، ولا حاجة لنية الوكيل، بل لو لم يعلم أنه مضح لم يضر

Artinya: “Jika seseorang mewakilkan penyembelihan kurban kepada orang lain, maka hanya niat dari orang yang mewakilkan yang diperlukan. Niat dari orang yang menerima perwakilan (penyembelih) tidak diperlukan. Bahkan jika penyembelih tidak mengetahui bahwa hewan yang disembelih adalah hewan kurban, hal tersebut tidak menjadi masalah.” (Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatho Ad-Dimyathi, I’anatuht Thalibin, [Darul Fikr: cet I, 1997], juz 2, halaman 379-380).

Namun, ada sebagian ulama yang memiliki pendapat berbeda mengenai hal tersebut. Ada yang berpendapat niat berkurban bisa dilakukan saat menyerahkan hewan atau saat penyembelihan. Sebagian kecil ulama menganggap niat hanya saat menyerahkan tidak sah.

Meski begitu, sebagian ulama menengahi dengan menetapkan bahwa jika orang yang berkurban belum berniat sama sekali, maka pelaksana penyembelihan harus melakukannya.

(وَإِنْ وَكَّلَ بِالذَّبْحِ نَوَى عِنْدَ إعْطَاءِ الْوَكِيلِ) مَا يُضَحَّي بِهِ (أَوْ) عِنْدَ (ذَبْحِهِ) التَّضْحِيَةَ بِهِ، وَقِيلَ: لَا تَكْفِي النِّيَّةُ عِنْدَ إعْطَائِهِ وَلَهُ تَفْوِيضُهَا إلَيْهِ أَيْضًا وَفِي الرَّوْضَةِكَأَصْلِهَا يَجُوزُ تَقْدِيمُ النِّيَّةِ عَلَى الذَّبْحِ فِي الْأَصَحِّ الْمَبْنِيِّ عَلَيْهِ جَوَازُهَا عِنْدَ إعْطَاءِ الْوَكِيلِ فَيُقَيَّدُ اشْتِرَاطُهَا عِنْدَ الذَّبْحِ بِمَا إذَا لَمْ تَتَقَدَّمْهُ

Artinya: “”Dan jika seseorang mewakilkan penyembelihan (hewan kurban) maka niatnya dilakukan saat menyerahkan kepada yang mewakili (penyembelih) atau saat menyembelih hewan kurban tersebut. Namun ada yang berpendapat bahwa niat saat menyerahkannya saja tidak cukup, sehingga pelaksana penyembelihan juga perlu meniatkannya. Dalam kitab Raudhatul Talibin sebagaimana aslinya, diperbolehkan mendahulukan niat sebelum penyembelihan menurut pendapat yang lebih sahih, yang berdasar pada kebolehan niat saat menyerahkan kepada yang mewakili. Oleh karena itu, syarat niat saat penyembelihan hanya berlaku jika niat belum didahulukan sebelumnya.” (Qalyubi dan Amirah, Hasyiyah Qalyubi wa Amirah, [Darul Fikr: Beirut, 1995], juz 4, hal. 254).

Baca Juga: Jelang Idul Adha, DKP3 Kota Depok Temukan Hewan Kurban yang Tidak Memenuhi Syarat

Bacaan Niat Kurban untuk Diri Sendiri

Melansir dari laman detikhikmah, berikut bacaan niat kurban untuk diri sendiri.

نويت األضحية املسنونة عن نفس ي هلل تعالى

Nawaitu al-udhiyyah al-muakkadah ‘an nafsi li-llahi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat berkurban sunah atas diri saya karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Kurban untuk Keluarga

Melansir dari laman detikhikmah, berikut adalah bacaan niat kurban untuk keluarga.

اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّي يَا كَرِيمُ

Allahumma hadzihi minka wa ilaika fataqabbal minni ya karim.

Artinya: “Wahai Tuhanku, hewan ini adalah anugerah dari-Mu, dan dengan ini aku mendekatkan diri kepada-Mu. Karena-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah kurban ini dariku.”

Itulah tadi ulasan mengenai bacaan niat berkurban untuk diri sendiri dan keluarga. Semoga bermanfaat.***

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News