Aksi Konvoi Buruh Dikeluhkan, Pengguna Jalan di Padalarang Terjebak Kemacetan Panjang

Massa aksi buruh yang tumplek di Jalan Raya Simpang Padalarang ketika konvoi menuju Gedung Sate untuk menyuarakan aksi tuntutan kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2024 naik 15%. (Foto/HALOJABAR.COM)

HALOJABAR.COM – Aksi konvoi buruh dari Cianjur, Purwakarta, Bekasi, dan Karawang yang bergabung dengan buruh di Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk menuju Gedung Sate menyebabkan kemacetan parah, pada Rabu 29 November 2023 sore.

Ribuan buruh yang menggunakan motor dan mobil komando bertemu dan berhenti di Jalan Raya Simpang Padalarang. Akibatnya menyebabkan lalu lintas dari dua arah baik dari Padalarang menuju Cimahi ataupun sebaliknya lumpuh total.

Awalnya massa buruh berharap bisa konvoi masuk ke Gerbang Tol Padalarang dan keluar Pasteur untuk mencapai Gedung Sate. Namun Polisi memblokade mereka untuk masuk tol dengan mobil watercanon dan pagar hidup ribuan personel kepolisian dari Polres Cimahi.

Akibat aksi tersebut kemacetan panjang kendaraan terjadi lebih dari empat kilometer dari kedua arah baik dari Padalarang maupun Cimahi. Bukan hanya itu, kendaraan yang akan masuk pintu Tol Padalarang dari arah Padalarang juga banyak yang tidak bisa.

“Demo boleh tapi jangan sampai mengganggu masyarakat umum, kasihan. Saya juga banyak keperluan tapi terjebak macet hampir dua jam,” kata salah seorang pengguna jalan Fauzi (28) saat ditemui sedang terjebak macet.

BACA JUGA: Ribuan Buruh Bertemu di KBB, Gelar Konvoi ke Gedung Sate Tuntut UMK Naik 15 Persen

Dia menyayangkan massa buruh menyampaikan pendapat namun malah mengganggu ketertiban umum. Menyampaikan pendapat dilindungi UU Nomor 9 Tahun 1998, tapi jangan lupa disitu juga tertulis bahwa wajib memperhatikan ketertiban umum, jangan merugikan pengguna jalan.

“Kasihan tadi liat ada yang bawa anak kepanasan naik motor, tapi kejebak macet juga. Apalagi yang bawa mobil,” keluhnya.

Keluhan lainnya datang dari Sahrul (32) yang hendak pulang usai menjemput anaknya sekolah. Kendaraannya tidak bergerak karena jalan dipenuhi oleh buruh, padahal dia ingin cepat pulang ke rumah karena ada pekerjaan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari HaloJabar di Google News